Gunakan Emosional Anda Untuk Menjual Produk

Jualan produk pake emosional? kok seperti itu? pada dasartnya manusia adalah makhluk emosional dimana 88% perilakunya dipengaruhi oleh emosi, baru logika mengikuti. Melihat baju bagus langsung muncul emosi senang, padahal baju di lemari masih numpuk, melihat sepatu dengan harga diskon langsung beli, padahal sepatu di rumah masih bagus dan banyak. 

Manusia adalah makhluk emosional yang tindakannya berlandaskan perhitungan emosional, seperti rasa penasaran, takut rugi, keserakahan, egoisme dan sebagainya. 

Oleh karena itu, jika kita ingin memengaruhi orang lain supaya mau mengikuti seperti apa yang kita inginkan, termasuk membeli produk kita,  maka sentuhlah emosinya. Keuntungan atau manfaat apa yang bisa kita tawarkan, kerugian apa yang bisa mereka hindari jika menggunakan produk kita. 

Jika Anda menginginkan agar orang membeli produk Anda, maka Anda bisa memulai dari beberapa pertanyaan berikut ini yang kemungkinan besar dipertanyakan oleh pembeli, meskipun tidak diungkapkan secara langsung :

Apa untungnya saya mengeluarkan uang untuk membeli produk Anda?
Lebih besar mana, nilai uang yang saya keluarkan atau manfaat dari produk Anda?
Adakah manfaat tambahan selain dari manfaat produk, apa saja? 

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu Anda jawab jika ingin memperbesar potensi closing. Jika diperhatikan, semua jawaban dari pertanyaan di atas merupakan bentuk dari ungkapan emosional. 

Esensi dari semua tuntutan atau harapan di atas merupakan manifestasi emosional, yaitu pamrih, takut salah beli, takut rugi, takut kemahalan, ingin dapat keuntungan sebanyak mungkin. 

Maka sebenarnya kita semua bukan sekedar menjual produk, tapi juga emosinya. 

Artikel Asli
Tags :

raudhoh properti

properti syariah

cara cepet closing

tips closing