Konsumen Sudah Survei Tapi Belum CLosing Juga, Apa Yang Terjadi?

Sebelumnya banyak yg meragukan bisa closing di bulan Ramadhan,pasti teman ² juga berpikiran seperti itu ?? bahkan saya sendiri sempat meng-adjust diri bahwa iya benar ya, bulan Ramadhan pasti fokus orang ya untuk kebutuhan Ramadhan dan lebaran bukan untuk beli properti, apalagi ini properti premium harga di atas rata-rata.

Tapi ternyata salah!!!

Perlu teman² pahami,mereka yang beli properti memang sudah memiliki budjet untuk membeli. Jadi tidak menganggu kebutuhan di bulan Ramadhan dan lebaran. Justru ketika orang-orang bilang kondisi pasar sedang lesu, ternyata bisa juga tuh terjadi closing. Nah ini yang ketika saya share ke teman2 mereka malah balik tanya ke saya, ini mereka sudah giring prospek untuk datang ke lokasi kok ya belum bisa closing2 ada apa ya?

Nah ijin share ya ilmu yg sedikit ini, mudah2an bisa jadi inspirasi teman2… dan INI PENYEBAB TIDAK CLOSING….
 

1. MALAS BERIKLAN
Sering saya sampaikan..
No iklan=No leads atau calon buyer.
No leads = No closing.
No closing = No money.
Maksud begini.. Bagaimana mau dapat peminat jika teman-teman tidak mau posting iklan. Dengan memposting iklan teman-teman sama dengan membuka lapak. Jika lapak tidak di gelar atau di buka apakah pembeli mau datang dan terjadi transaksi?? Jawaban nya TIDAK.. Posting produk anda atau buka lapak anda setiap hari. Karena usaha tidak akan membohongi hasil!!
 

2. SALAH TARGET MARKET

Sebagaimana sering saya sharing. Satu hal yang paling penting teman2 lakukan ketikan akan berjualan adalah MENENTUKAN TARGET MARKET. Mau jualan ke siapa?. Kalau jualan RS/FLPP ya content jualannya sesuaikan, begitu juga ketika menjual Rumah Mewah,kavling produktif jualan harus di kolam yang tepat. Nggak closing ya bisa jadi Anda salah Target Market. Budgetnya nggak pas.


3. KEYAKINAN DIRI DAN PRODUK
 Properti adalah produk yang harganya ratusan juta hingga milyaran rupiah. Menawarkan produk properti butuh seni dalam memberikan penawaran. Sayangnya banyak sekali teman2 ketika mendapat kan calon konsumen yang survei saking semangatnya sibuk dengan menawarkan produknya. Padahal calon konsumen kita adalah manusia. Anda harus memperlakukan mereka sebagai seorang partner terlebih dahulu, bangun hubungan terlebih dahulu, cari “Hot Button”nya. Saya sendiri lebih memilih untuk ngobrol2 dulu via chat wa atau face to face, cari topik pembicaraan yg menyenangkan buat mereka. Terkesan basa-basi tapi percayalah kalau kita ingin membangun Trust kita harus membangun dulu frekwensi yang sama, caranya ya dengan ngobrol. Pengalaman saya biasanya saya coba eksplor dulu, apa yang membuat dia tertarik dengan unit properti kita? sekarang tinggal dimana? Kerjanya apa dan dimana? Nah dari situ akan banyak sekali entry point, kemampuan finansial calon buyer. untuk kita masuk ke penawaran yang sesuai dengan budjet.


4. FOLLOW UP
 Nah ini nih yg kadang malas dilakukan. Prospek survei lokasi, lalu belum terjadi deal, eh Anda malas memfollow up ke mereka. Padahal ketika orang sudah menghubungi apalagi sudah survei level of trustnya mereka tuh sudah 30-40%, terus ketika mereka melihat kita bisa diandalkan bisa naik ke 50%, walau biasanya mereka juga akan compare ke perumahan yg lain tapi dengan Anda membangun hubungan dengan mereka, memfollow up dengan baik Insyaa Alloh deal itu tinggal menunggu waktu. Jadi coba bikin skenario follow up. Jaga hubungan dengan mereka, kalau pun belum closing dengan mereka, minta rekomendasi siapa yang bisa Anda tawarkan dari saudaranya atau temannya prospek Anda. Kalau masih belum closing juga, ya bersabarlah, Insha Alloh semakin banyak Anda melakukan semakin mahir jadinya…


MAN JADDA WA JADDA..
Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Semoga bermanfaat..
Happy closing..

Artikel Asli
Tags :

properti syariah

cara cepet closing